Selasa, 26 November 2013

FanFiction Kpop [2509] Part 1

TITLE: 2509 [Part 1]
CAST: SNSD – Super  Junior – TVXQ
GENRE: Horror
AUTHOR : Kim Ha In



Friday, 24.09.12…..
08.20 pm..

“Sica..Yuri…Ayo bangun?!”
“Hmm..?!” gumam Yuri merasa tubuhnya diguncang pelan oleh Tiffany.
“Kita sudah sampai..” terdengar suara lembut Tiffany membuat mata Yuri perlahan terbuka, di sampingnya Jessica masih terlelap dan bersandar erat di lengannya.
“Hey..ayo turun..!!” ajak Taeyeon yang berjalan melewati Tiffany.
Yuri mengangguk dan membangunkan Jessica.
“Sica bangun..!!” Ajak Yuri, Jessica mengangguk dan berusaha bangkit dari duduknya.
Sekilas Yuri memeriksa handphonenya…
Pukul 08.20 pm, Sunday 24.09.12, tak ada SMS ataupun panggilan untuknya.
Yuri dan Jessica akhinya mengikuti teman-temannya yang telah turun dari bus.
“Mau ikut ke toilet?!” Tanya Yuri, Jessica menggeleng lesu, gadis itu masih setengah sadar, ia terlihat ingin kembali tidur. Akhirnya Tanpa bertanya lagi Yuri segera pergi.
“Dasar pemalas..” dari belakang terdengar suara Donghae membuat Jessica menoleh,  pria itu tersenyum lembut lalu mengelus lembut rambut Jessica yang sedikit berantakan karena tertidur tadi.
Jessica tak bereaksi, ia hanya mengerjap-ngerjapkan mata berusaha menyadarkan dirinya yang masih mengantuk.
“Hey..jangan sembarangan bertingkah, jangan bikin rumor lagi..!!” seru Leeteuk yang menghampiri Donghae dan Jessica.
“Hyung, jangan bersikap menyebalkan…!!” gerutu Donghae seraya memakai tas ransel yang ia bawa.
“Sica ayo!!” panggil Tiffany yang berdiri di depan lobi hotel.
“Oppa aku ke sana dulu..” pamit Jessica lalu menghampiri para member SNSD lainnya.
Hari ini beberapa member SM Town seperti SNSD, Super Junior dan TVXQ diundang ke sebuah kota kecil di bagian timur Korea, oleh sebuah perusahaan pertambangan minyak untuk merayakan anniversary perusahaan tersebut.
“Ini kota mati ya?! Kenapa tidak ada pedagang makanannya?!” Sooyoung menghampiri teman-temannya dengan cemberut membuat yang lain melihat ke arah gadis bertubuh jangkung itu.
“Jadi kamu menghilang karena cari makanan? Dari tadi manager oppa sibuk mencarimu!!” omel Sunny.
Sooyoung hanya angkat bahu tanpa komentar.
“Di sini tak ada sinyal telpon..” keluh Hyoyeon yang ingin menghubungi keluarga.
“Suasana di sini juga sepi sekali..” gumam Jessica yang merasa sedikit aneh dengan sekelilingnya.
“Tapi enak untuk refreshing dan yoga..” gumam Yuri yang tadi sempat berjalan-jalan di sekitar hotel.
“Namanya juga kota kecil, jadi tak aneh…” jawab Seohyun yang tenang.
“Baiklah ayo ke kamar…!!” seru manager mereka yang datang dengan membawa kunci kamar para member.
“Malam ini kalian pakai untuk istirahat, jangan keluyuran atau tidur malam, besok malam kalian akan mulai latihan jam 8, jadi jangan terlambat…!!”
“Baik oppa..” jawab para member patuh.
Kamarpun di bagi..
Yuri, Jessica dan Hyoyeon sekamar…
Taeyeon, Tiffany dan Sunny sekamar…
Seohyun, Yoona dan Sooyoung sekamar…


*@**@**@*


Pukul 11.15 pm..

Tok!! Tok!! Tok!!
Pintu kamar member TVXQ di ketuk dari luar, Yunho yang belum tidur segera beranjak dan membuka pintu.
“Kalian?!” heran Yunho melihat Shindong dan Eunhyuk di hadapannya.
“Apa kalian punya makanan?!” Tanya  Shindong dengan wajah menyedihkan.
“Kenapa tak ke restoran atau minta ke hotel saja?!” Tanya Yunho, Ketiganya menggeleng cepat.
“Kalau ketahuan manager hyung, kami bisa dimarahi..”bisik Shindong, membuat Yunho tertawa kecil.
“Coba tanya Changmin..” Yunho melebarkan pintu dan membiarkan kedua member Super Junior itu masuk.
Shindong dengan semangat-kelaparan-nya segera membangunkan Changmin, ia benar-benar sedang kelaparan.
Tapi ternyata tak ada yang ia dapat, Changmin sama sekali tak punya persediaan makanan.
“Telpon delivery order atau tanya ke member kalian? Mungkin Yesung hyung punya..” saran Changmin sambil menguap panjang.
“Tak ada sinyal telpon, dan yang lain tak ada yang punya..”
“Coba tanya ke member SNSD, mereka pasti punya..SNSD sama dengan gudang makanan..!” canda Yunho yang mengarah pada Yoona dan Sooyoung.
Eunhyuk dan Shindong saling berpandangan.
“Bagaimana?!” Tanya Eunhyuk, ia makin lapar.
“Harus dicoba…dan jangan sampai ada staff yang melihat kita..” ajak Shindong, Changmin menatap keduanya, memikirkan makanan, iapun menjadi lapar.
“Aku ikut…!!!” seru Changmin seraya beranjak, mungkin dia bisa minta makanan milik Yoona yang tadi di bawa oleh gadis itu.
“Kenapa kamu ikut??!” heran Eunhyuk.
“Karena kalian, sekarang aku jadi ikut lapar..!!” terang Changmin seraya meraih jaketnya.
Yunho hanya menghela nafas melihat ketiganya yang pergi mengendap-endap menyusuri koridor hotel.


*@*@*@*


“Panas sekali…” gerutu Hyoyeon, Yuri yang sedang membaca menoleh sekilas.
“Aku jadi tak bisa tidur..” kata Hyoyeon seraya beranjak untuk berganti baju.
“Tapi Sica terlihat nyaman…” gumam Yuri memperhatikan Jessica yang sedang terlelap di sampingnya.
“Jangan pakai Sica sebagai tolak ukur…”gerutu Hyoyeon membuat Yuri tertawa kecil karena memang apapun yang terjadi, bila Jessica sudah berkencan dengan batal dan kasur maka yang lain tak akan jadi penghalangnya.
“Yul, jalan-jalan yukk..belum mengantuk kan?!” Tanya Hyoyeon.
“Tapi ini sudah malam..lagipula di sini terlalu sepi tak ada yang bisa dinikmati…”
“Itulah yang aku maksud, di sini tenang, kita bisa merefresh pikiran..ayo…!!”ajak Hyoyeon bersemangat.
“Lalu Sica?!”
“Dia tak akan sadar kalau kita pergi…” Hyoyeon memainkan kedua alisnya untuk meyakinkan Yuri.
“Baiklah..ayo…!”putus Yuri akhirnya.
Keduapun keluar kamar dan menuju ke luar hotel.


*@*@*@*


11.45 pm..

“Kamu yakin ini ke arah dapur?!” Tanya Sooyoung tak yakin.
“Tenang saja, aku yakin itu, di ujung koridor sana pasti….!!” Yakin Yoona.
“Apa ini tidak apa-apa?! Onnie kita bisa dimarahi kalau ketahuan..” bisik Seohyun sedikit was-was.
“Tenang saja, kalau kamu tidak cerita, manager oppa tak akan tahu..” bisik Sooyoung dengan ekspresi sedikit mengancam.
Ketiga gadis itu mengendap-endap menuju ke ujung koridor yang diyakini Yoona terdapat dapur hotel.
Suasana terasa sangat hening hingga mereka dapat mendengar degup jantung mereka sendiri.


*@*@*@*


11.55 pm…

“Ayo tidur…!!” ajak Donghae pada Sungmin dan Kyuhyun yang masih asyik main game, tapi keduanya sama sekali tak mendengar, Donghae yang sudah mengantuk merasa terganggu dengan suara keduanya.
“HEY CHO KYUHYUN…LEE SUNGMIN!!!” bentak Donghae.
“Iya hyung, 5 menit lagi..” jawab Kyuhyun dengan ekspresi konsentrasi pada gamenya.
Donghae hanya menghela nafas pasrah, ia enggan berdebat, ia memilih menutup telingganya dengan bantal.

*@*@*@*

“Mau kemana?!” Tanya Tiffany saat Taeyeon mengendap-endap melewati tempat tidurnya.
“Ah, aku…aku mau keluar sebentar..” kata Taeyeon panik, karena ia pikir Tiffany sudah tidur.
Tiffany menatap Taeyeon dengan curiga.
“Ini sudah tengah malam Taeng dan tempat ini bukan Seoul di mana kamu bisa berkeliaran..” ceramah Tiffany.
Taeyeon membatu, sebenarnya ia juga sedikit takut untuk keluar, apalagi tempat ini memang sedikit menyeramkan.
“Leeteuk oppa menungguku di luar…aku ingin menyelesaikan semuanya malam ini juga…” terang Taeyeon akhirnya, ia menatap Tiffany mengharap pengertian temannya itu.
Tiffany berpikir sejenak, ia tetap tak tega membiarkan Taeyeon keluar sendiri, walaupun sang leader tekenal pemberani tapi tetap saja ia hanya seorang gadis.
“Aku temani..!!”putus Tiffany seraya beranjak.
“Tapi..aku..”
“Tak ada alasan Kim Taeyeon, tenang saja, aku tak akan mendengarkan pembicaraan kalian, dan benar..hubungan kalian harus diperjelas malam ini juga biar wajahmu ceria lagi…” gumam Tiffany seraya meraih jaketnya.
Taeyeon hanya tersenyum pasrah dengan keputusan si ‘manager Hwang’.


*@*@*@*


Di suatu tempat tak jauh dari hotel tempat para member SM Town….
“Apa ini akan benar-benar terjadi?!” Tanya seorang pria pada ayahnya.
“Ayah, aku takut…dan kalau ini memang akan terjadi..apa sebaiknya kita beritahu orang-orang dari kota yang menginap di hotel, mereka bisa celaka…”cemas seorang gadis yang mengikuti kakak dan ayahnya menuju ke ruang bawah tanah untuk bersembunyi.
“Jangan pikirkan orang lain, kita tak punya banyak waktu..sebentar lagi semuanya akan dimulai…mereka yang memilih datang ke desa ini, jadi segala resiko mereka sendiri yang tanggung..” ucap sang ayah terdengar dingin.
“Tapi mereka tak bersalah…!!”
Sang ayah hanya menghela napas.
“Mereka telah terpilih dan itulah takdir mereka…jalani saja takdir kalian dan jangan pikirkan takdir mereka!!” suara sang ayah meninggi membuat kedua anaknya takut.
Akhirnya kedua anaknya hanya saling pandang pasrah, mereka tak ingin berdebat dengan sang ayah karena mereka tahu, sang ayah telah mengalami banyak hal yang menyakitkan dan pengalaman yang menyedihkan dari kutukan 2509.
Ketiganya akhirnya sampai di ruangan paling dasar, yang akan menjadi tempat perlindungan mereka untuk satu hari kedepan. Tempat yang sengaja dibuat oleh sang ayah untuk dipakai tiap tahun sebagai tempat persembunyian sang ayah tiap hari ke 25 bulan 9, dimana saat itu akan datang sesuatu yang sangat mengerikan yang bisa membahayakan orang-orang yang berkeliaran di desa tersebut.
Hari ke 25 di bulan 9 adalah hari kutukan yang biasa disebut ‘kutukan 2509’ atau hari terbukanya pintu neraka.


*@*@*@*


12.00pm..

DENG!! DENG!!! DENG!!
Bunyi lonceng jam tua menggema memecah keheningan malam di hotel tempat para member SM Town menginap.
“Sial, aku hampir kena serangan jantung…!!” maki Sooyoung karena terkejut dengan suara lonceng tersebut.
Yoona dan Seohyun berusaha menahan tawa mereka melihat ekspresi kesal dan kaget Sooyoung. Mereka tak ingin tertawa karena Sooyoung bisa berubah jadi monster yang mengerikan karena marah, maklum saja sampai saat ini mereka belum menemukan dapur hotel, yang ada mereka malah tersesat.

CLAPPP!!!
Seluruh lampu di hotel tiba-tiba padam, membuat member SM Town yang masih berkeliaran menjadi panik.
Sedangkan di suatu tempat di desa itu…
Dalam kegelapan malam dan hening malam, perlahan tanah yang ditumbuhi ilalang bergetar menyerupai gempa bumi.
Di sisi lain, di sebuah gua tak jauh dari hotel samar-samar terdengar suara erangan dari dalam gua.
Dan secara perlahan tapi pasti, sosok-sosok dari kegelapan bangkit keluar dari tidur panjang mereka, aroma kehidupan dari arah hotel memancing mereka menghampiri para member SM Town yang tak sadar akan sesuatu yang buruk sedang menghampiri mereka….

Saturday, 25.09.12..
Pukul 01.04 am…
“Aku benci gelap?!” gerutu Shindong makin kesal karena mereka belum sampai ke kamar para member SNSD lampu hotel tiba-tiba padam dan sekarang sepertinya mereka bertiga tersesat.
“Lalu bagaimana?! Hubungi yang lain saja biar dibawakan senter atau penerangan..” saran Changmin.
“Di sini tak ada sinyal, kalau ada dari tadi pasti sudah aku telpon semuanya untuk tanya tentang makanan..”jawab Eunhyuk yang kini berjalan sambil meraba dinding koridor.
“Hyung…lihat…sepertinya di sana ada orang…!!” tunjuk Changmin ke sebuah ruangan karena terlihat beberapa kelebatan bayangan.
“Ayo!!” girang Shindong, ketiga mempercepat langkah yang ternyata adalah lobi hotel.

EERRGGHHH!!!
Dalam kegelapan sosok-sosok yang telah berada di lobi langsung melihat ke arah ketiga.
“Perasaanku tak enak?!” bisik Changmin merasa sosok-sosok yang sedang menghampiri mereka bersikap aneh.
“Biarkan saja, ayo kita tanya saja siapa tau diantara mereka bisa bantu kita dapatkan makanan..” cuek Eunhyuk yang berjalan mendahului kedua temannya.
“Permisi apa kami…AARRGG!!”
“HYUNG??!!!” teriak Changmin Karena Eunhyuk tiba-tiba saja diserang oleh orang-orang itu.
Shindong dan Changmin berusaha membantu tapi merekapun menjadi sasaran orang-orang tersebut.
“AARRRGGH!!!”
“TOLONGGGG!!! ARRGGHHH!!!”
Dalam kegelapan ketiganya menjadi sasaran para makhluk kegelapan itu.
Dengan sangat liar para makhluk itu berebut untuk menggigit dan mengoyak tubuh ketiganya.
Perlawanan yang dilakukan sia-sia, kekuatan para makhluk-makhluk lebih kuat dan ganas.
Suasana hotel yang hening, kini terpecahkan oleh jeritan penderitaan Changmin, Shindong dan Eunhyuk.
Beberapa detik kemudian suasana kembali hening dan mencekam, tak terdengar lagi suara ketiganya yang tertinggal hanya sisa-sisa koyakan tubuh dan cercaan darah segar.
Begitu puas dengan tubuh ketiganya, para mahkluk itupun pergi, menyebar ke penjuru hotel menghampiri aroma kehidupan lainnya.


*@*@*@*


Tiffany dan Taeyeon menghentikan langkah mereka, saat mendengar jeritan.
“I-itu…?!” Tiffany menatap Taeyeon, gadis itu tiba-tiba merasa takut, Taeyeon segera menggengam tangan temannya itu.
“Ayo…!!” ajak Taeyeon.
“Taeyeon..?!!” terdengar suara Leeteuk yang telah menunggunya, Taeyeon dan Tiffany  bernapas lega mereka berlari kecil menghampiri Leeteuk.
“Aku senang kalian tidak apa-apa..” lega Leeteuk, karena begitu mendengar suara jeritan-jeritan dari dalam hotel, Leeteuk menjadi tak tenang.
“Kalian bicara saja, aku tunggu di sini…” kata Tiffany yang ingin segera kembali ke kamarnya karena suasana sekitarnya terlihat sangat menyeramkan.
Taeyeon dan Leeteuk akhirnya menuju ke sebuah gazebo untuk bicara.
Kedua leader tersebut saat ini sedang menjalin hubungan pacaran secara diam-diam, tapi belakangan ini para fans mereka mulai mencurigai hal itu, dan berbagai masalahpun mulai muncul. Hingga akhirnya minggu lalu Taeyeon memutuskan hubungan mereka.
Tapi ternyata itu tak menyelesaikan masalah hati mereka, Taeyeon tersiksa dengan perpisahan mereka dan kini ingin membicarakan lagi dengan Leeteuk yang juga merasakan hal yang sama.


*@*@*@*


Siwon mengerutkan kening dan mempertajam pendengarannya, ia mencoba memastikan suara jeritan yang terdengar tadi hanyalah suara dari TV atau bukan.
Tapi karena tak terdengar apapun lagi akhirnya Siwon membenahi posisinya dan tidur.

SREKK!!! SREKKK!!! SREKKK!!
Siwon yang sedang mencoba untuk tidur jadi terusik dengan suara di luar kamarnya.
“Hyung, kamu dengar itu?!” bisik Siwon ke Yesung, tapi sepertinya temannya itu sudah terlelap, tangan Yesung malah tiba-tiba saja menyentuh bibir Siwon memainkan ujung bibirnya.
“Aissshhh..sempat-sempatnya!!!” dengan kasar Siwon mendorong Yesung agar menjauhinya tapi karena tenaga yang dipakai terlalu besar akhirnya Yesung malah terjatuh dari tempat tidur, hingga membuat pria itu terbangun kesakitan.
“YAH SIWON-AHHH!!!” bentak Yesung kesakitan.
“Hey kalian berisik!” omel Ryowook yang terbangun karena keributan kedua temannya.

SREKKK!!! SREKKK!!! SREKKK!!!
EERRGHHH!!! ERGGHHH!!!!
Ketiganya tiba-tiba terdiam oleh suara dari luar kamar mereka, ketiganya saling pandang dan melihat ke arah pintu yang menghubungkan langsung ke taman hotel.
“Itu suara apa?!” bisik Siwon curiga.
“Apa staff sedang mengerjai kita?!” bisik Yesung seraya naik ke tempat tidur.

AAARRRRR!!!! AAARR!!!! AAARRRR!!!
PRANGGG!!!!
Tiba-tiba kaca jendela mereka pecah karena hantaman benda keras dari luar membuat ketiganya terkejut.
“YA TUHANN!!” pekik Siwon tak percaya.
“I-itu..mereka siapa?! Mereka..aneh?!!!” Ryowook spontan loncat dari tempat tidurnya dan menjauh dari jendela.
“Apa kita sedang dikerjain??!! Candid camera?! Mereka seperti zombie..?!” Tanya Yesung masih tak percaya dengan makhluk-makhluk yang sedang mencoba menerobos masuk ke kamar mereka.
“Apa wajah busuk itu hasil make-up??!!!” Tanya Ryowook antara percaya dan tidak.
Ia ketakutan tapi ia tak ingin terlihat ketakutan bila ini memang hanya rekayasa para staff yang sedang mengerjai mereka bertiga.

AARRGGH!!! AARRGHHH!!
Akhirnya kedua zombie dengan pakaian dan wajah yang telah membusuk itu berhasil lompat dan masuk ke dalam kamar.
Ketiganya merasa sangat takut tapi dalam pikiran mereka adalah saat ini ketiganya sedang dikerjain oleh salah satu acara TV.
Siwon mendapat ide, ia segera mengambil koper yang ada di dekatnya dan langsung melempar ke salah satu zombie yang mendekatinya.

KRAAAKKK!!!
Kepala si zombie yang terhantam keras oleh koper langsung patah dan jatuh ke lantai, hal itu membuat ketiganya tertegun kaget karena walaupun kepalanya telah jatuh namun tubuh mahkluk itu tetap berdiri tegak walau hanya dalam hitungan detik saja dan akhirnya jatuh ke lantai.
“I-ini nyata kah?!” Tanya Yesung merasa itu adalah zombie bukan staff yang sedang menyamar.

SSREEKKKK!!! SREKKK!!!
“I-itu…mereka….masih ada!!!” teriak Ryowook yang histeris karena makhluk-makhluk sejenis berebut masuk ke dalam kamar mereka.
“LARII!!!” teriak Siwon, menarik Yesung yang terpaku menatap para makhluk buas dan telah membusuk itu.
Ketiganya berusaha lari namun kepanikan mereka malah memperlambat gerak ketiganya. Ketiganya berusaha melempar apapun yang dapat dipakai sebagai senjata.

“TIDAKKK..HYUNG TOLONGGGG!!!” teriak Ryowook karena seorang zombie berhasil mencengkram lengannya.
Siwon dan Yesung yang berusaha membuka pintu yang tiba-tiba macet jadi menoleh, Siwon segera menolong Ryowook sedangkan Yesung terus berusaha membuka pintu.
“AAARRRGGGG!!!!” jerit Ryowook kesakitan karena lengan dan bahunya digigit oleh mahkluk-mahkluk itu, Ryowook meronta tapi..

KRAAKKK!!!
“AARRRR TIDAKKK!!!” lengan kanan Ryowook putus karena dicabut paksa.
Darah yang mengalir dari tubuh Ryowook memicu para zombie mengeroyoknya.
Siwon mengambil lampu tidur dan memakainya sebagai alat pemukul.
“SIWON AYOOO!!!” seru Yesung begitu berhasil membuka pintu tapi…

EERRRRR!!!!”
“Ahhh sial…!!” maki Yesung karena begitu pintu di buka ia disambut oleh seorang zombie wanita yang tubuhnya sebagian telah menjadi tengkorak.
Perlahan Yesung melangkah mundur, karena dari kegelapan koridor terlihat bayang-bayang para zombie sedang menghampiri mereka.
“Siwon…mereka ke sini  dan…AAARRRRR!!!” jerit Yesung karena dari belakang sesuatu menggigitnya.
Siwong yang sedang melawan dua zombie menoleh ke arah Yesung.
“HYUNG??!!!” teriak Siwon, ia segera menendang salah satu zombie di depannya dan berlari menolong Yesung.
Yesung sendiri kehabisan tenaga karena kesakitan dan tak mampu melawan serangan dua zombie yang sedang menikmati tiap bagian dari tubuhnya.
“YAHH!!!!” Siwon menghantam kepala salah satu zombie yang mencengkram Yesung, kerasnya pukulan Siwon membuat kepala zombie yang hanya tinggal tengkorak itu hancur menabrak dinding kamar.
“Ini tidak akan berhasil…” gumam Siwon yang terpaku melihat makin banyak zombie yang menghampiri mereka, mereka telah terjebak.
Siwon mengehela nafas lelah dan pasrah, perlawanannya akan sia-sia karena belasan zombie telah memenuhi kamar mereka, iapun dapat melihat tubuh Ryowook dan Yesung menjadi rebutan para makhluk kelaparan itu.
Dan kini iapun mengalami hal yang sama dengan kedua temannya, dapat ia rasakan gigitan dan terkaman yang sangat menyakitkan di tubuhnya.


*@*@*@*


Yunho merasa ada yang tak beres di luar sana karena dari kamarnya dapat ia dengar dengan jelas teriakan Yesung dan Siwon yang kamarnya tidak jauh dari tempatnya berada.
Yunho segera memakai sepatunya dan mencari tas ranselnya.
Ia mengambil sebuah pistol jenis Baretta 92 yang ia dapat dari seorang fansnya untuk alat perlindungannya. Tak seorangpun tahu ia menyimpan senjata itu karena termasuk hal illegal. Dan saat ini Yunho merasa ia sedang membutuhkannya karena itu ia beranikan diri untuk mengeluarkannya.
Dari laci lemari iapun mendapatkan senter, setelah merasa mantap Yunho segera keluar dan mencari tahu apa yang sedang terjadi.


*@*@*@*


Pukul 02.45 am….

“Ayo…!” Sooyoung member aba-aba agar Yoona dan Seohyun mengikutinya.
Mereka dengan hati-hati memasuki restoran hotel yang terlihat sepi, tak ada siapapun di sana.
“Hati-hati..” bisik Sooyoung.
Seohyun dan Yoona berjalan beriringan sambil berpegangan tangan, keduanya mulai ketakutan, apalagi tadi samar-samar mereka mendengar suara-suara menyeramkan.
“Onnie, begitu dapat makanan kita segera kembali ke kamar ya..?!” ajak Seohyun.
“Iya, aku merasa di sini sedikit aneh..”bisik Yoona.
“Eng?!” Sooyoung menangkap sesosok bayangan di salah satu sudut ruangan.
“Ada orang..” bisik Sooyoung menunjuk ke arah sosok yang ia yakini seorang laki-laki.
“Permisi, apa kami bisa minta bantuan?!” Tanya Seohyun pada orang itu.
Mereka bertiga mendekati orang tersebut.

SREEKKKK!! SREEKKK!!
“Hm…?!!” Yoona mendengar suara aneh di bagian sudut lain, gadis itu memutar matanya memperhatikan sekeliling yang gelap. Melihat meja kasir, Yoona segera mencari sesuatu di sana.
“Permisi, apa anda staff hotel?!” Tanya Seohyun lagi makin mendekati sosok yang membelakangi mereka, sosok itu terlihat sibuk dengan sesuatu di lantai.
“Sepertinya aku kenal?!” gumam Sooyoung yang telah terbiasa dengan keadaan gelap.
“Min oppa, sedang apa di situ?!” seru Sooyoung yang merasa sosok itu adalah salah satu staff SM, Seohyun juga beernafas lega karena ternyata itu staff mereka sendiri.
“Ah, dapat…!”seru Yoona senang karena ia mendapat sebuah lampu elektronik di meja kasir. Ia segera menghampiri teman-temannya dan….
“O-OPPA?!!” pekik Seohyun terkejut. Merasa silau dengan cahaya yang di bawa Yoona, pria itu berbalik dan dengan beringas tiba-tiba menyerang Seohyun yang berada paling dekat dengannya.
“AARRRR OPPA APA YANG KAU LAKUKAN??!!” jerit Seohyun terkejut dan berusaha menyelamatkan diri.
Yoona yang terkejut hanya terpaku melihat tampilan laki-laki itu yang kini terlihat sangat menyeramkan.
Wajahnya penuh dengan darah, bahkan di bagian mulutnya terlihat potongan daging segar yang tadi sedang dinikmatinya.
“AAHHH OPPA SAKIITT!!!” jerit Seohyun kesakitan karena pria yang tak bernyawa itu kini menggigit bahu Seohyun, Sooyoung segera menarik zombie itu menjauh dari Seohyun, Yoona yang akhirnya sadar dari terkejutannya juga ikut membantu, ia berusaha menarik Seohyun sambil sesekali memukul wajah pria itu.

EERRRRGGGHHH!!
Sosok itu mengeram mengerikan.
Merasa kekuatan sang zombie lebih kuat darinya, Sooyoung segera meraih botol minuman yang berada tak jauh darinya dan dengan sekuat tenaga menghantam kepala zombie itu.
“AYO LARIIII!!!” teriak Sooyoung begitu Seohyun terbebas, Yoona segera memapah Seohyun dan lari sekuat tenaga, Sooyoung hendak menyusul namun ia berhasil ditangkap dan dengan cepat zombie itu menggigit leher Sooyoung sehingga mengenai pembuluh darah Sooyoung.
Darah segar mengalir deras dari leher Sooyoung, rontahan Sooyoung hanya memperparah keadaannya karena membuat lehernya sobek oleh kuatnya gigitan sang zombie.
Sooyoung kehabisan darah dan tenaga, gadis itu melemah dan kejang, itu membuat sosok itu makin bebas menikmati tiap bagian dari tubuh Sooyoung yang kini tak bernyawa lagi.


*@*@*@*


“Wahh..lihat langitnya…bintangnya banyak sekali..!!” seru Yuri senang.
“Yul, apa kamu merasa ada yang aneh?!” heran Hyoyeon memperhatikan sekelilingnya, perasaan Hyoyeon dari tadi tak tenang tanpa sebab.
Yuri yang sedang menikmati pemandangan langit malam menoleh ke Hyoyeon.
“Kenapa?!” Tanya Yuri yang tak memperhatikan.
“Rumah-rumah di sini seperti tak berpenghuni…!!” gumam Hyoyeon.
“Hey Kim Hyoyeon, tentu saja seperti tak berpenghuni, karena sekarang mereka sedang tidur, sadar tidak ini sudah jam berapa..?!” tawa Yuri, tapi Hyoyeon tetap merasa ada yang tak beres di tempat ini.
“Ayo kembali ke hotel…perasaanku makin tak nyaman..” ajak Hyoyeon, Yuri masih menertawakan kecemasan tak jelas Hyoyeon.
“Ok anything for you Kim Hyoyeon…!!” pasrah Yuri seraya merangkul Hyoyeon.
“TOOLLONGGG!!!” tiba-tiba terdengar teriakan, Hyoyeon dan Yuri saling berpandangan.
“Tolonggg..?!”
“Sepertinya aku kenal suara itu?!” Hyoyeon segera menghampiri asal suara yang tak jauh darinya, Yuri segera mengikutinya.
Dari arah semak-semak tiba-tiba muncul seseorang.
“HESUN ONNIE?!!” kaget keduanya yang mengenali sosok wanita yang sedang sekarat dan tertatih-tatih menghampiri mereka. Wanita itu adalah salah satu staff SM.
Kondisi wanita itu sangat mengenaskan karena tubuhnya berlumuran darah, tangan kirinya putus, tubuhnya penuh cakaran dan gigitan hingga sebagian terlihat koyakan yang mengerikan.
“Onnie kenapa?! Apa yang terjadi?!” Tanya Hyoyeon membopong wanita itu.
Wanita itu tak mampu bicara lagi, ia kehabisan tenaga, telunjuknya hanya menunjuk ke arah hotel.
“Onnie, ayo kita ke rumah sakit..?!!” seru Yuri panik bercampur takut, ia bahkan menangis karena terlalu prihatin dengan kondisi wanita itu.
“La..ri…” desah wanita itu di sisa-sisa tenaganya.
“Onnie bertahanlah..Yuri ayoo!!!” ajak Hyoyeon berusaha membopong tubuh wanita itu, namun belum sempat mereka melakukan apapun, wanita itu akhirnya meninggal.
“Hyo…onnie..dia….” suara Yuri bergetar antara ketakutan dan sedih.
Hyoyeon hanya terdiam menatap jenasah wanita itu yang terlihat sangat mengenaskan.
“Siapa yang tega melakukan ini?!” sedih Hyoyeon tak bisa membayangkan penyebab kematiannya.
“Hotel….kita harus ke sana..!!” seru Yuri tiba-tiba, ia mencemaskan keadaan teman-temannya.
Hyoyeon segera meletakkan jenasah wanita itu dan mencari sesuatu untuk menutupinya. Sedangkan Yuri mendoakan jasad wanita itu.

EEERRRR!!! EEERRRRGGHHH!!!!
“Eng?!” Yuri menoleh ke arah rumah penduduk yang berada tak jauh dari tempat mereka berada.

SREEKK!! SREEKKK!!!! SREEKKK!!!
Suara mencurigakan dari sisi lain membuat Yuri mengalihkan pandangannya ke arah pepohanan pinus.
Jantung Yuri berdegup kencang, kini ia merasa sangat takut.
“Yuri ayo!!” seru Hyoyeon begitu selesai menutupi jasad staff wanita itu.
“Hyo…i-itu..lihat!!” Yuri menangkap bayang-bayang hitam yang seakan sedang menghampiri mereka.
Hyoyeon ikut memperhatikan, bayangan-bayangan di kegelapan itu terlihat seperti sosok-sosok manusia yang perlahan tapi pasti sedang menghampiri ke dua gadis itu.


=TO BE CONTINUED=


NOTE: Ok semoga suka dengan hasilnya..Aku tungu komentar kalian ya... Untuk part selanjutnya, nanti kuusakan secepatnya mengedit font nya ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar